Soal Candaan "Pesawat Akan Meledak", Polisi Sebut Hanya Miskomunikasi

REDAKSIRIAU.CO, KUTA. Wakapolda Bali Brigjend Alit Widana mengatakan, insiden di pesawat Lion Air yang melibatkan warga Arab Saudi Aljohani Dakheel Allahwdahm hanya miskomumikas atau kesalahpahaman semata. Untuk diketahui Aljohani adalah penumpang Lion Air Rute Denpasar - Jakarta. Sesaat sebelum pesawat tinggal landas seorang penumpang lain asal Filipina mengaku mendengar Aljohani menyebut kalimat candaan "pesawat akan meledak setelah take off". Akibatnya Aljohani diamankan polisi dan diperiksa intensif selama kurang lebih empat jam di Hotel Maxone Swites Tuban, Kuta. "Setelah kami periksa ternyata hanya miskomunikasi saja," kata Widana, Rabu, (8/7/2017). Menurut Widana, Aljohani sedang bercanda dengan 3 orang temannya. Rupanya candaan tersebut didengar berbeda oleh penumpang asal Filipina kemudian melaporkan Aljohani kepada kru pesawat Lion Air. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang dianggap berkaitan dengan peristiwa tersebut. Mulai dari kru pesawat, Aljohani serta penumpang asal Filipina. Dari proses pemeriksaan ini diketahui Aljohani sama sekali tidak mengucapkan kata-kata yang sebagaimana didengar penumpang asal Filipina. Polisi kemudian memutuskan melepas Aljohani agar dapat melanjutkan perjalanan ke Jakarta. "Semuanya sudah diperiksa, dia tidak ada ngomong apa-apa. Jadi kami lepas untuk melanjutkan perjalanan," ucap Widana. Usai pemeriksaan nampak Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mewali Tuajik turut mendampingi Aljohani. Sebelumnya pesawat Lion JT 105 tersebut melakukan persiapan take off pukul 17.19 WITA. kemudian pada pukul 18.57 Wita Pilot melakukan RTA (Return To Apron) atau kembali ke Apron. Tepat pukul 19.00 Wita pesawat parkir di Apron. Hal ini terjadi karena salah seorang penumpang mengucapkan candaan "pesawat akan meledak setelah take off". Mendengar candaan ini penumpang lainnya langsung melaporkan ke kru pesawat. Tidak mau ambil resiko pilot kemudian memutuskan membatalkan penerbangan. "Ada penumpang yg bercanda mengatakan pesawat akan meledak," kata Humas Bandara Ngurah Rai, Bali Arie Ahsanurrohim, Rabu (8/3/2017). Sesuai prosedur, pesawat dan penumpang diperiksa, dibantu oleh Tim Gegana dan Aviation security.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...